site design templates
Mobirise

KOPIPEDIA

Mobirise

Aeropress Coffee

Aeropress merupakan kopi dengan teknik manual. Alat nya sendiri memanfaatkan tekanan udara untuk menghasilkan seduhan kopi nikmat dan tekanannya membuat ekstraksi biji kopi lebih merata. Alat Kopi ini sendiri di temukan oleh Alan Adler pada tahun 2005. Desainnya unik menyerupai suntikan raksasa.
Alan adalah orang yang berjasa menciptakan Aeropress. Aerobie sendiri adalah salah satu merk frisbee (cakram lempar) terkenal di Amerika.

Didasari kecintaannya pada kopi, Chemex menjadi alat seduh favorit Alan. Metode seduh Chemex yang menggunakan suhu 80°C, menghasilkan kopi dengan citarasa manis yang lebih kentara daripada dengan suhu tinggi.

Satu-satunya kelemahan Chemex menurut Alan adalah waktu brewing yang terlalu lama. Alan harus sabar menunggu tetes demi tetes kopi sampai Chemex akhirnya penuh. Alan mencoba menekan gundukan kopi di filter Chemex memakai sendok agar kopi menetes lebih cepat, tapi efeknya tidak seberapa. Saat itulah Alan menyadari yang dia butuhkan adalah tabung tertutup yang dapat diberi tekanan. 

Mobirise

Vietnam Drip

Seperti Indonesia, Vietnam adalah salah satu negara penghasil Kopi di Asia Tenggara. Vietnam juga mengekspor Kopi ke seluruh dunia karena Kopi yang dihasilkan negaranya terkenal berkualitas baik dan mampu dinikmati pecinta kopi di dunia.

Vietnamese Coffee sendiri dalam Bahasa Viet Nam adalah “cà phê sữa nóng” yang berarti brown dark coffee with milk. Sedangkan Vietnamese Dripper yang digunakan untuk membuat kopinya disebut “cà phê phin”. Beberapa sumber juga mengatakan bahwa metal dripper ini diperkenalkan oleh orang Perancis yang datang ke Vietnam. 

Kehadiran Vietnamese Drip Coffee yang menggunakan sweetened condensed milk (susu kental manis) ternyata memiliki sejarah pula. Pada masanya, Vietnam kesulitan menemukan susu segar untuk dikonsumsi dan untuk menggantik krim dan susu sebagai campuran kopi, masyarakat masa itu menggunakan susu kental manis. Budaya minum kopi dengan campuran susu kental manis itu dilakukan turun temurun hingga saat ini.

Vietnamese Drip Coffee pada awalnya menggunakan dark roast coffee dan campuran susu kental manis sebagai penyeimbang rasa pahitnya. Tapi sekarang peminum kopi seluruh dunia bereksperimen dengan berbagai jenis kopi dan campurannya untuk mendapatkan rasa Vietnamese coffee sesuai dengan selera mereka. Selain Vietnamese Coffee versi hangat, Vietnamese Iced Coffee (ca phe da) juga telah menjadi jenis minuman yang disukai di seluruh dunia. 

Vietnam Drip merupakan metode & alat seduh yang menghasilkan minuman dengan cara ekstraksi lewat tetesan. Dripper nya berbentuk seperti gelas metal & terdiri dari tabung, plunger, & tutup metal. 

Mobirise

Coffee Cappuccino 

Cappuccino menjadi minuman kopi popular yang banyak bertengger di menu kedai-kedai kopi seluruh dunia. Di Italia sendiri cappuccino dinikmati saat sarapan. Rasa kopi dan susu dipercaya menjadi stamina untuk menghadapi hari yang panjang. Tapi tak banyak yang tahu bagaimana awalnya cappuccino disebut dengan “cappuccino”. Ada sejarah yang mewakili asal namanya. Dan di sini akan dijelaskan singkat sejarah tentang minuman nikmat ini.

Di Italia sendiri, cappuccino berarti “little cap”. Yang dengan sempurna diartikan sebagai cangkir kopi nikmat yang atasnya dipenuhi busa susu (foam) yang bagian dasarnya dipenuhi espresso yang dicampur susu.

Sebutan “little cap” sendiri diduga lahir dan terinspirasi busana sebuah kelompok religius yang ikonik. Mereka adalah para biarawan asal Capuchin atau lebih dikenal dengan Biarawan Capuchin.

Para biarawan ini mengenakan jubah dan kerudung berwarna cokelat dengan kepala yang botak tercukur. Mungkin kelak inilah yang menjadi inspirasi dari minuman cappuccino. Capuchin untuk “cappuccino” dan kepala botak para biarawan dinilai mirip dengan foam susu yang ada dipermukaan cappuccino.

Kisah kenapa Biarawan Capuchin mengenakan jubah dan kerudung berwarna cokelat (atau warna serupa cappuccino) berawal dari sebuah cabang agama Katolik yang bernama Katolik Fransiskan. Mereka diserang oleh kelompok mereka sendiri pada 1520. Lalu mereka diselamatkan dan diberi perlindungan oleh para biarawan dari Benedictine Camaldolese.

Para Biarawan Capuchin berlindung dari pencarian sekelompok gereja resmi yang berkuasa pada masa itu.
Pada masa sulit ini biarawan Benedictine Camadolese-lah yang membantu mereka sehingga mereka bisa selamat dari pengejaran. Untuk menghormati dan berterima kasih atas apa yang telah dilakukan oleh biarawan Benedictine Camaldolese, para Biarawan Capuchin akhirnya mengenakan jubah dan kerudung berwarna cokelat (cappuccino) yang juga merupakan jubah dan kerudung yang dipakai biarawan yang telah menyelamatkan nyawa mereka itu.
Cappucino jauh sebelum mendapatkan namanya ternyata memiliki kisah perjuangan yang tak diketahui banyak orang.

Jika kamu mendapati secangkir cappuccino dengan foam susu sempurna yang menutupi seluruh cangkir dan pinggirannya di kelilingi oleh lingkaran kopi berwarna kecoklatan, itulah asal mula bentuk cappuccino tradisional. Itulah yang melandasi kenapa cappuccino juga disebut sebagai “kepala biarawan”. Tentunya hal ini terjadi sebelum ditemukannya latte art. Karena sekarang cappuccino selayaknya latte tak luput dari latte art di atas permukaannya. 

Mobirise

Caffe Latte

Istilah caffe latte pertama kali digunakan oleh penulis esai William Dean Howell dalam tulisannya “Italian Journeys” pada 1867. Ia diberi kredit karena menciptakan dan membawa istilah caffè latte ke publik.
Ada pula cerita yang mengatakan bahwa istilah caffe latte berawal dari cappuccino yang dibuat khusus untuk turis Amerika di Italia. Ini karena dulu orang Italia membuat cappucino tradisional dengan mencampurkan susu hangat (bukan steam) dan espresso.

Para turis Amerika ini kurang suka dengan rasa espresso yang strong. Maka ditambahkan lah lagi susu supaya rasanya lebih ringan. Sebutan “latte” dalam caffe latte sebenarnya mengacu pada susu steam.
Latte yang berupa susu steam dan berbusa ringan dibuat untuk memunculkan busa yang lezat dan creamy. Ini juga untuk membantu melembutkan rasa espresso yang kuat.

Seiring berjalannya waktu, tren meminum caffe latte kemudian merambah ke Eropa, Amerika, hingga akhirnya tersebar ke seluruh dunia. Hanya saja dalam pembuatannya, banyak yang mengikuti cara orang Amerika, yaitu menggunakan susu steam.

Kemudian dari sisi penyajian, caffe latte pada umumnya disajikan panas dalam cangkir di atas piring. Namun di beberapa tempat seperti Eropa, khususnya Skandinavia, caffe latte disajikan dalam mangkuk. Para penduduk lokal menyebut minuman ini dengan café au lait dan biasanya dijadikan sebagai bagian dari menu sarapan di rumah.
Sedangkan dalam pembuatan caffe latte, takaran yang dijadikan pedoman saat ini adalah satu cangkir susu steam, double shot espresso (60 ml), dan foam susu kira-kira setebal 1 cm. Dengan komposisi susu paling banyak, sejak pertama direguk caffe latte akan terasa begitu milky.

Teknik steaming pada susu juga akan membuat karakter foam yang cenderung lembut. Untuk menambahkan nilai seni, kini foam digunakan oleh Barista untuk membuat lukisan di permukaan caffe latte. Seni ini biasa disebut dengan “latte art”. Semakin rumit dan indah bentuknya, pencinta kopi kadang merasa sayang untuk meminumnya.  

Mobirise

V60

Nama V60 diambil dari bentuknya yang menyerupai huruf V dengan sudut 60o. Selain berbahan dasar keramik, alat ini juga ada yang terbuat dari kaca serta plastik. Edisi terakhir dari alat ini adalah terbuat dari tembaga.

Kenapa tembaga ? karena tembaga memiliki kemampuan dalam menyimpan panas lebih efisien sehingga cocok untuk meningkatkan konduktivitas termal. Hal ini akan membuat ekstraksi dari kopi menjadi lebih berbeda dari segi rasa.

Alat seduh V60 sangat responsive terhadap banyak variabel ketimbang dengan alat dripper kopi lain yang sudah beredar di pasaran, hal tersebut disebabkan oleh 3 faktor desain :

• Bentuk kerucut bersudut 60º memungkinkan air mengalir ke pusat, memperpanjang waktu kontak dengan kopi.

• Lubang tunggal yang besar membuat penyeduh kopi mengubah cita rasa dengan mengubah kecepatan aliran air.

• Rusuk spiral yang naik sampai ke puncak menjadikan udara dapat meloloskan diri sehingga memaksimalkan pengembangan bubuk kopi saat tersiram air.

Ketika kawan menyeduh kopi menggunakan alat ini, maka kopi yang dihasilkan akan memiliki karakteristik aroma yang kuat. Selain itu, alat ini memiliki kelebihan lain seperti, kawan akan mendapatkan kopi tanpa ampas, kawan juga bisa ber-experimen mencari rasa yang cocok dengan kawan dengan cara merubah ukuran grindingnya, temparatur suhu air, dan lama penyeduhan.

Walapun alat seduh ini telah lama ditemukan, manfaatnya bisa kita nikmati hingga saat ini. Alat seduh V60 ini memiliki penggemar terbesar di antara penikmat kopi dunia. Mudah digunakan dan tidak susah mendapatkannya membuatnya menjadi primadona
Sebagai salah satu alat seduh dengan metode manual brew, V60 ini banyak disediakan di tempat ngopi seantero Indonesia.

Jadi, bagi kawan yang belum pernah sama sekali merasakan kopi hasil V60 ini, saya sarankan agar kawan segera mencicipinya guna menemukan sensai lain dari secangkir kopi 

FOLLOW US

© Copyright 2020 MAKANJA COFFEE - All Rights Reserved